Cara Merawat Anak Ayam (DOC) agar Tidak Mudah Mati

Merawat anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan tahap paling krusial dalam beternak ayam. Pada fase ini, tingkat kematian sangat tinggi jika perawatan tidak dilakukan dengan benar. DOC masih sangat lemah, belum memiliki daya tahan tubuh yang baik, dan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Oleh karena itu, peternak—baik pemula maupun berpengalaman—harus memahami cara merawat DOC dengan tepat agar tumbuh sehat dan tidak mudah mati.

1. Persiapan Kandang Sebelum DOC Datang

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menyiapkan kandang brooder sebelum DOC tiba. Kandang harus bersih, kering, dan bebas dari sisa kotoran ayam sebelumnya. Lakukan penyemprotan desinfektan untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur penyebab penyakit.

Kandang sebaiknya tertutup rapat agar tidak terkena angin langsung, tetapi tetap memiliki ventilasi yang baik. Lantai kandang bisa dilapisi sekam padi kering setebal 5–7 cm agar hangat dan menyerap kotoran. Pastikan kandang sudah siap minimal 1 hari sebelum DOC masuk.

2. Pengaturan Suhu yang Tepat

Suhu merupakan faktor paling penting dalam perawatan DOC. Anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri, sehingga membutuhkan pemanas (lampu atau gas brooder). Suhu ideal pada minggu pertama adalah sekitar 32–35°C.

Perhatikan perilaku DOC untuk mengetahui apakah suhu sudah tepat:

  • Jika DOC bergerombol di bawah lampu → suhu terlalu dingin

  • Jika DOC menjauh dari lampu → suhu terlalu panas

  • Jika DOC menyebar merata → suhu ideal

Turunkan suhu secara bertahap setiap minggu sekitar 2–3°C hingga DOC berumur 3–4 minggu.

3. Pemberian Air Minum yang Benar

Air minum harus diberikan segera setelah DOC masuk kandang. Gunakan air bersih dan hangat (bukan panas). Pada hari pertama, tambahkan gula merah, gula pasir, atau vitamin DOC untuk memulihkan stamina anak ayam setelah perjalanan.

Tempat minum harus mudah dijangkau dan tidak terlalu dalam agar DOC tidak tenggelam. Air minum harus diganti setiap hari dan tempat minum dibersihkan secara rutin untuk mencegah penyakit.

4. Pemberian Pakan Berkualitas

Pakan DOC harus mengandung nutrisi lengkap, terutama protein, energi, vitamin, dan mineral. Gunakan pakan khusus starter yang memang diformulasikan untuk anak ayam.

Pada hari pertama, pakan bisa ditebarkan di atas kertas atau nampan agar DOC mudah menemukannya. Berikan pakan sedikit tapi sering, dan pastikan pakan selalu segar serta tidak lembap atau berjamur.

5. Kepadatan Kandang yang Ideal

Kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat menyebabkan DOC stres, berebut pakan, dan mudah tertular penyakit. Idealnya, kepadatan DOC adalah sekitar 40–50 ekor per meter persegi pada minggu pertama, kemudian dikurangi secara bertahap seiring pertumbuhan ayam.

Kandang yang terlalu padat juga meningkatkan kelembapan dan bau amonia, yang berbahaya bagi sistem pernapasan DOC.

6. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Kebersihan kandang harus dijaga setiap hari. Sekam yang basah akibat tumpahan air minum harus segera diganti. Lingkungan yang kotor akan menjadi sumber penyakit seperti diare, pilek, dan infeksi saluran pernapasan.

Selain itu, lakukan program vaksinasi sesuai anjuran, misalnya vaksin ND (Newcastle Disease). Jika ditemukan DOC yang lemah atau sakit, segera pisahkan agar tidak menular ke yang lain.

7. Menghindari Stres pada DOC

Stres adalah penyebab utama kematian DOC. Hindari suara bising, cahaya terlalu terang, dan penanganan kasar. Jangan sering memindahkan DOC atau mengganti pakan secara mendadak.

Jika ingin mengganti jenis pakan, lakukan secara bertahap dengan mencampur pakan lama dan pakan baru agar DOC tidak mengalami gangguan pencernaan.

8. Pengamatan Rutin Setiap Hari

Peternak harus rajin mengamati DOC setiap pagi dan sore. Perhatikan nafsu makan, kotoran, aktivitas, dan suara anak ayam. DOC yang sehat akan aktif, lincah, dan berbunyi nyaring.

Jika ditemukan DOC lesu, tidak mau makan, atau bulu kusam, segera lakukan penanganan lebih lanjut sebelum terlambat.

Merawat anak ayam (DOC) agar tidak mudah mati membutuhkan perhatian, ketelitian, dan konsistensi. Faktor utama yang harus diperhatikan meliputi persiapan kandang, pengaturan suhu, pemberian air minum dan pakan berkualitas, kebersihan lingkungan, serta pencegahan stres dan penyakit. Dengan perawatan yang tepat sejak hari pertama, tingkat kematian DOC dapat ditekan seminimal mungkin dan pertumbuhan ayam menjadi lebih optimal. Keberhasilan beternak ayam sangat ditentukan oleh keberhasilan merawat DOC di fase awal kehidupannya.

Leave a Reply